Nazent Weblog

Informasi Seni Budaya Indonesia

Biografi Gus Dur Diluncurkan

Jakarta, gusdur.net
Buku biografi mantan Presiden Indonesia KH Abdurrahman Wahid berjudul Gus Dur: The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid karangan Greg Barton, Kamis (28/2) malam, diluncurkan di Golden Ball Hotel Hilton, Jakarta.

Peluncuran buku mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu yang dilakukan bersama peluncuruan buku Wimar Witolear berjudul No Regrets, dihadiri tokoh politik seperti Alwi Shihab, mantan menteri Soebroto, mantan Pangkostrad Kemal Idris, sastrawan Pramoedya Ananta Toer, serta tokoh LSM atau pun olahragawan seperti Ade Rai. Abdurrahman Wahid, yang akrab dipanggil Gus Dur, didampingi istri Sinta Nuriyah, serta putrinya Yenny dan Inayah.

Dalam kata sambutannya, Gus Dur hanya menceritakan tentang kebiasan salah kutip oleh media massa atas berbagai pernyataan yang pernah dikeluarkannya. Ia mencontohkan, ketika berkunjung ke Sumatera Utara ditanya soal pernyataan Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew tentang gembong teroris di Indonesia, ia mengatakan, pada saatnya nanti akan mengajarkan demokratisasi di Singapura. Namun, sambungnya, media massa mengutip ia akan melakukan demo di Singapura.

Dalam acara itu, ia mengungkapkan pertemuannya dengan Ketua MPR Amien Rais di Cengkareng, Kamis sore tadi. Dalam pertemuan itu Amien sempat menyebut pemerintah sekarang terlalu banyak menjual aset negara. Gus Dur mengaku memberi nasehat kepada Amien untuk membaca salah chapter bukunya yang disebut PPAN atau Pemerintah Penjual Aset Negara.
Pramoedya Ananta Toer, yang diminta tanggapannya tentang buku biografi Gus Dur, mengaku belum membaca, namun ia menilai buku-buku biografi tokoh terkemuka di Indonesia lebih banyak ditulis orang asing. “Bukan hanya biografi, tetapi juga buku sejarah mungkin karena objektifitas dipandang sangat tinggi,” kata Pramoedya.

Sedangkan Greg Burton, sang penulis buku yang juga dosen senior di Deakin University, Geelong, Victoria, Australia, mengaku mengenal Gus Dur sejak melakukan riset untuk menyelesaikan program S-3 akhir tahun 1980-an, namun mulai intens dan tertarik lebih mengenalnya tahun 1996. “Tapi terus terang saja pada saat itu saya agak malas untuk mengerjakan riset tentang Gus Dur pribadi, saya lebih kepada NU-nya,” demikian Greg Barton.(Sumber:kcm)

Maret 24, 2009 - Posted by | Budaya, Tokoh | ,

1 Komentar »

  1. Gus Dur …. Pahlawan Multikulturalism

    Komentar oleh Kunt | Februari 22, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: